Sabtu, 16 Mei 2015

Cita-cita

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ ،َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.، أَمَّا بَعْدُ؛

Pertama-tama marilah kita panjatkan Puji serta Syukur Kehadirat Allah SWT yang telah memberikan taupik dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kita bisa berkumpul ditempat yang penuh berkah ini. Tak lupa shalawat serta salam kita curahkan kepada Habbibanna wa nabiyyana Muhammad SAW yang telah mengubah dari jaman kegelapan menjadi jaman yang terang-menderang seperti sekarang. Hal ini merupakan nikmat Allah yang paling besar yang diberikan kepada kita dan patut kita syukuri bersama.
Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang cita-cita. Kalian tau gak sih cita-cita itu Like a dreams to be come true. Setuju gak? Kenapa saya bilang cita-cita itu Like dreams to come true karena cita-cita itu berawal dari mimpi atau harapan yang kita inginkan. Apabila kita focus, tekun, ulet dan rajin pasti kita bisa menggapai cita-cita tersebut.
Seperti dalam mahfudzat “Man Jadda wa jada” barang siapa yang bersungguh-sungguh maka dapatlah ia. Nah, by the way kalian udah kepikiran belum sih tentang cita-cita kalian nanti? Mumpung kita masih muda nih, terutama bagi temen-temen SMP dan SMA yang sedang mempersiapkan cita-cita coba deh dari sekarang gali potensi kalian, minat dan bakat kalian biar kalian bisa focus terhadap cita-cita yang kalian gapai nantinya.
Ada beberapa tips untuk menggapai cita-cita, diantaranya :
1.Ketahuilah apa bakat yang kamu miliki
2.Setelah itu carilah cita-cita yang sesuai dengan kemampuanmu itu
3.Sejak dini diberi pelatihan-pelatihan secara rutin
4.Pelajari dengan sungguh-sungguh ilmu yang akan membantu kamu dalam menggapai cita-cita
5.Jangan berputus asa dan pantang menyerah
6.Punya prinsip bahwa kegagalan ada keberhasilan yang tertunda, jangan sampai kalian putus asa ditengah jalan dalam menggapai cita-cita tersebut.
7.Jika kamu mengalami kegagalan carilah penyebab kegagalan tersebut setelah itu perbaiki dengan niat yang tulus.
Nah, Jika tujuh hal tersebut kita mampu melaksanakannya, dengan sepenuh hati disertai dengan kepasrahan pada Allah SWT, maka cita-cita kita untuk menjadi seseorang yang kita angankan akan menjadi lebih mudah dan jauh dari kata rumit dan sulit. Dan jangan lupa juga hal yang paling penting adalah restu dan do’a dari orang tua kita. Sesuai dalam hadis :
َوَعَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ عُمَرَ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا-, عَنْ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ, وَسَخَطُ اَللَّهِ فِي سَخَطِ اَلْوَالِدَيْنِ ) أَخْرَجَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ وَالْحَاكِمُ
“Dari Abdullah Ibnu Amar al-’Ash Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Keridloan Allah tergantung kepada keridloan orang tua dan kemurkaan Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua.” Riwayat Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan Hakim.”
Sekali lagi Dreams, Believe and make it happen. Terimakasih atas perhatiannya semoga bermanfaat. Wassalamu’alaikum wr.wb

Jumat, 01 Mei 2015

Apa itu Islam ?

“Apa itu Islam?”

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ ،َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.، أَمَّا بَعْدُ؛

Pertama-tama marilah kita panjatkan Puji serta Syukur Kehadirat Allah SWT yang telah memberikan taupik dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kita bisa berkumpul ditempat yang penuh berkah ini. Tak lupa shalawat serta salam kita curahkan kepada Habbibanna wa nabiyyana Muhammad SAW yang telah mengubah dari jaman kegelapan menjadi jaman yang terang-menderang seperti sekarang. Hal ini merupakan nikmat Allah yang paling besar yang diberikan kepada kita dan patut kita syukuri bersama.
Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang “Apa itu Islam?”.
Tentu kita tidak asing lagi mendengar apa itu islam. Coba ada yang tahu, orang Indonesia mayoritas beragama Islam, saya dan teman- teman pun sejak lahir  sampai saat ini pasti mengaku beragama islam,betul?
Tapi sebenarnya apa sih Islam itu ?
Kata Islam menurut pandangan umum yang berlaku biasanya mempunyai konotasi dengan dan diartikan ‘AGAMA ALLAH’ yaitu jalan menuju kepada-Nya dan bersumber dari pada-Nya.
Allah adalah tuhan sekalian alam, tuhan yang menciptakan, menguasai, mengatur agama semesta ini, tuhan yang menjadi sumber dan tempat hambanya.
Islam adalah agama allah, yang berarti islam adalah jalan menuju kepada allah dan yang bersumber dari pada-Nya.
Apakah artinya Islam dan kenapa ia menjadi agama (jalan) Allah?
Islam dalam pengertiannya secara umum adalah menghamba (beribadah) kepada Allah dengan cara menjalankan ibadah-ibadah yang disyariatkan-Nya sebagaimana yang dibawa oleh para utusan-Nya sejak para rasul itu diutus hingga hari kiamat.
Adapun Islam dalam pengertiannya secara khusus setelah diutusnya Nabi Muhammad saw adalah ajaran yang dibawa oleh beliau. Karena ajaran beliau menghapun (menasakh) seluruh ajaran yang sebelumnya, maka orang yang mengikutinya menjadi seorang muslim dan orang yang menyelisihinya bukan muslim karena ia tidak menyerahkan diri kepada Allah, akan tetapi kepada hawa nafsunya.
Sesuai dengan firman-Nya pada surat Ali-Imran ayat 19 dan ayat ayat 85, yaitu :
"Sesungguhnya dien yang diterima di sisi Allah hanyalah Islam."  (19)
"Barangsiapa mencari suatu dien selain Islam, maka tidak akan diterima (dien itu) daripadanya." (85)
Jika kita katakan bahwa Islam berarti menghamba diri kepada Allah Taala dengan menjalankan syariat-Nya, maka dalam artian ini termasuk pula pasrah atau tunduk kepada-Nya secara zahir maupun batin. Ia mencakup seluruh aspek: akidah, amalan, maupun perkataan.
Maka dari itu, islam bukanlah sekedar status agama kita yang hanya cukup ada di KTP saja akan tetapi Islam adalah jembatan yang menyambungkan umat dengan Tuhan-Nya dengan cara tunduk, pasrah, dan menjalankan apa yang di perintahkan-Nya dan menjauh dari yang dilarang-Nya.
Demikian yang bisa saya sampaikan semoga setelah ini kita semua bisa memaknai Islam dengan benar dan mengamalkan ajaran-Nya dan bisa bermanfaat untuk seluruh umat di muka bumi ini. Terimaksih Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh.

Jumat, 24 April 2015

Menyambut Idul Fitri

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ ،َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.، أَمَّا بَعْدُ؛
Pertama-tama marilah kita panjatkan Puji serta Syukur Kehadirat illahi Rabbi yang telah memberikan taupik dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kita bisa berkumpul ditempat yang penuh berkah ini. Tak lupa shalawat serta salam kita curahkan kepada Habbibanna wa nabiyyana Muhammad SAW kepada keluarganya, sahabatnya, para tabi'in, tabiut tabiahum, kepada kita semua, serta kepada seluruh umatnya hingga akhir zaman yang menjadikan sebagai uswatun hasanah, suri tauladan yang baik. Hal ini merupakan nikmat Allah yang paling besar yang diberikan kepada kita dan patut kita syukuri bersama.
Hadirin yang berbahagia, malam ini merupakan malam yang kita sambut dengan kegembiraan yakni malam “Idul Fitri”, malam kemenangan bagi umat Islam diseluruh penjuru dunia.
Menurut bahasa Arab, idul berarti kembali, sedangkan fitri berasal dari fitrah yang berarti suci dan bersih. Dari ungkapan ini, Idul-Fitri dapat diartikan menjadi "kembali suci" atau "kembali bersih". Di sini dimaksudkan bahwa setelah kita melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh, jiwa manusia yang tadinya banyak corengan, diharapkan menjadi suci kembali seperti bayi baru lahir tanpa dosa, baik terhadap Allah SWT. maupun terhadap insan sesamanya.
Selama sebulan penuh kita umat Islam telah diuji oleh Allah dengan beberapa ujian, ujian lahir dan ujian batin. Selama satu bulan umat Islam telah mengerjakan puasa Ramadhan agar menjadi orang-orang yang bertaqwa.
Hadirin sekalian ynag berbahagia !
Dalam menyambut hari raya idul ini yang pentig bagi umat Islam bukannya pakaian serba baru, akan tetapi meningkatkan ketaqwaan dan mengisi lembarang barunya dengan tinta emas.  Dengan menyambut hari raya Idul Fitri ini kita tingkatkan silaturahmi, sehinggabenar-benar terwujud Ukhuwwah Islamiyah yang abadi.
Terimakasih atas segala perhatian da mohon maaf atas segala kesalahannya. Wabillahi taufiq walhidayat Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Sabtu, 31 Mei 2014

Indonesia dan Angkanya


Indonesia merupakan salah satu Negara berkembang yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di dunia dan Indonesia berada di peringkat ke 4 setelah Negara amerika Serikat. Dari data sensus yang ada, bahwa Indonesia memiliki jumlah penduduk sekitar 253.609.643 jiwa. 


Ada istilah yang mengatakan bahwa “semakin banyak anak, semakin banyak pula rezekinya” akan tetapi apabila kita mengacu atau menyangkut pautkan istilah ini dengan kepadatan penduduk yang sekarang setelah di ulas kembali menurut saya mau diberi makan apa mereka (bayi-bayi yang baru dilahirkan) ? sedangkan setiap tahun hasil pangan di Indonesia menurun tentunya akan mempengaruhi bahan pokok semakin naik sedangkan penghasilan ‘kita’ tidak pernah naik. Apakah itu akan seimbang ? apakah kalian tidak kasihan dengan mereka ?


Selain itu, Berdasarkan data yang dirilis oleh Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA), utang Indonesia, per Mei 2013 sudah mencapai 2.036 triliun.  Jumlah itu bertambah Rp 186 triliun hanya dalam kurun waktu enam bulan. "Hasil LKPP (Laporan Keuangan pemerintah pusat) yang diterbitkan oleh BPK tahun 2012, di mana pada akhir Bulan Desember 2012, utang RI baru mencapai Rp 1.850 triliun,". Jumlah penduduk di Indonesia mencapai 250 juta jiwa, dengan jumlah utang luar negeri yang dimiliki Indonesia saat ini, tiap penduduk dan bayi yang baru dilahirkan ke bumi Indonesia secara otomatis langsung terbebani utang negara sebesar Rp 8.114.000. baru saja lahir ke dunia ini mereka sudah mempunyai beban, bagaimana dengan masa depannya?


Jumlah penduduk terbesar di dunia yang menempati peringkat pertama adalah Negara China dengan jumlah penduduk 1.355.692.576 jiwa. Untuk mengendalikan pertambahan penduduk Pemerintah cina menghimbau kepada warganya untuk mempunyai anak hanya 1 saja dan apabila ada yang mempunyai anak lebih dari satu maka itu adalah suatu pelanggaran dan akan terkena denda sebesar 14.3 Milyar Rupiah. Angka ini tidak sedikit ? ya, bagaimana lagi hanya itu caranya untuk mencegah membengkaknya pertumbuhan penduduk dan mendorong pertumbuhan ekonomi  di Negara Cina.


Lalu bagaimana dengan Indonesia ?

Di Indonesia pemerintah Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memberikan program kepada penduduknya untuk memiliki 2 anak saja, tidak seperti di Negara Cina. Apabila penduduk Indonesia tidak mengikuti program yang dianjurkan oleh pemerintah bagaimana nasib Indonesia kedepannya? Ada yang mengatakan apabila pulau ini penuh dengan gedung-gedung bertingkat, kendaraan-kendaraan yang tidak pernah berhenti, pemukiman yang semakin padat dan semakin banyaknya penduduk di tanah ini maka kedepannya “dikubur saja berdiri” karena sulit untuk menemui lahan kosong yang akan dijadikan tempat peristirahatan selamanya. 


Tapi di Indonesia sendiri program KB ini belum terlalu efektif dan masih banyak yang belum melakukan program yang dianjurkan oleh pemerintah, padahal menurut saya ini memang sangat penting untuk terhindarnya dari ledakan jumlah penduduk terutama di Pulau Jawa. Mari kita lihat berdasarkan data, pulau-pulau yang memiliki jumlah penduduk dari tertinggi sampai terendah di Indonesia.




Yang memiliki jumlah penduduk terbanyak adalah di pulau jawa, mengapa ? Hal ini menjadi masalah apabila pusat pemerintahan, informasi, trasportasi, ekonomi, dan berbagai fasilitas hanya berada di satu wilayah. Penduduk akan berusaha untuk melakukan migrasi dan akhirnya akan berdampak pada permasalahan pemerataan pembangunan. Karena hampir 50% penduduk Indonesia berada di Pulau Jawa.

oleh karena itu ada beberapa hal yang harus dilakukan demi terkendalinya pertumbuhan penduduk di Indonesia secara seimbang dan merata, diataranya :

1.      Program KB yang pemerintah canangkan seharusnya lebih tegas lagi, selain itu perlu adanya sosialisasi kepada remaja, calon ibu maupun ibu yang sudah menikah.



2.      Pendewasaan Usia Perkawinan


Sebelum program KB dilaksanakan, masyarakat harus mengetahui terlebih dahulu tentang program PUP. Karena dewasa ini di Indonesia pernikahan dini semakin banyak, padahal seharusnya pernikahan yang baik itu berada di usia 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki.

3.      Mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi.


4.      Meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan



Ini sangat penting sekali untuk memberikan informasi kepada masyarakat Indonesia agar mengetahui dan menyadari kepadatan penduduk yang ada di Indonesia.

5.      Penambahan dan penciptaan lapangan kerja


Lebih baiknya lagi pemerintah memperbanyak lapangan kerja, karena banyak sekali pengangguran di Indonesia dilihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) angka pengangguran hingga saat ini sebesar 7,39 juta orang dari total angkatan bekerja 118,19 juta orang. Sedangkan orang yang bekerja mencapai 110,80 juta orang.

Dengan adanya penambahan dan penciptaan lapangan kerja memungkin perekonomian dan pertumbuhan penduduk di Indonesia tumbuh seimbang.

            Hanya beberapa solusi saja yang bisa saya utarakan, tapi dengan terlaksanyanya dari beberapa solusi ini memungkinkan saja terjadi pemerataan dan pertumbuhan penduduk seimbang sesuai dengan visi BKKBN.






Senin, 26 Mei 2014

Apa yang kalian cari di Jakarta ?


Siapa yang tidak tahu dengan kota Jakarta ? ya, jakarta sebagai ibu kota Negara indonesia, kota metropolitan dikelilingi oleh gedung-gedung bertingkat yang mengundang hasrat untuk mengadu nasib di ibu kota.

Jakarta menjadi pusat segala peradaban yang terjadi di Indonesia. Masyarakat Indonesia memandang Jakarta sebagai tambang emas, karena semuanya ada di Jakarta. Oleh karena itu banyak para urban berbondong-bondong ke kota ini dengan tujuan dapat merubah kondisi perekonomian di desa.

Tapi apa yang terjadi ? apakah mereka semua yang jauh-jauh dari kampong halamannya pergi ke Jakarta mendapatkan apa yang mereka impi-impikan ? jawabannya adalah “Tidak Semua” apalagi untuk orang-orang yang tidak mempunyai keahlian dalam bidang tertentu. Mereka yang tidak mempunyai keahlian tertentu untuk masih bisa bertahan hidup di Jakarta hanya bisa mengandalkan ‘pekerjaan’ seadanya dengan cara menjadi seorang pedagang kali lima (PKL), pedagang asongan, buruh pabrik, tukang semir sepatu bahkan menjadi seorang pengemis, pemulung dan pengamen. Apakah semua itu yang mereka mau ? tentu saja tidak, mereka hanya berpikir apabila pergi ke Jakarta mereka akan hidup mewah, bisa menjadi artis dan merubah nasib mereka agar lebih baik lagi. Lalu dimana mereka tinggal? Mari kita lihat, dimana para urban ini tinggal
rumah di kolong jembatan
Apakah ini yang namanya merubah kondisi perekonomian dulu di desa ? tidak, bahkan menurut saya ini lebih buruk, mereka tinggal di tempat yang memang benar-benar tidak layak huni. Lalu mengapa mereka masih betah tinggal di Jakarta ? 

Setiap tahunnya penduduk kota Jakarta semakin bertambah banyak dengan adanya urbanisasi yang datang ke Jakarta, apalagi setelah lebaran atau libur panjang mereka (para urban) membawa sanak-sodara untuk tinggal bersama mereka di Jakarta. Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta 2010 mengatakan bahwa jumlah penduduk Jakarta bertambah sebanyak 134.234 jiwa per tahun. Padahal dari data yang ada Menurut hasil sensus nasional terakhir, ibu kota dihuni oleh hampir 9,6 juta orang melebihi proyeksi penduduk sebesar 9,2 juta untuk tahun 2025. Populasi kota ini adalah 4 persen dari total penduduk negara, 237.600.000 orang.



Dengan angka-angka ini, kita dapat melihat bahwa populasi kota telah tumbuh 4,4 persen selama 10 tahun terakhir, naik dari 8,3 juta pada tahun 2000. Apa yang dikatakan angka-angka ini? Ibukota telah kelebihan penduduk.Pada tingkat ini, Jakarta memiliki kepadatan penduduk 14.476 orang per kilometer persegi.

Dengan adanya pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat, ini sangat mempengaruhi keadaan social dan yang paling penting adalah keadaan ekonomi. Sebagai akibatnya, para pembuat kebijakan kota perlu merevisi banyak target pembangunan kota ini, termasuk penciptaan lapangan kerja, ketahanan pangan, perumahan, kesehatan dan infrastruktur, sebagai peredam masalah pada saat kota sudah mengalami kepadatan penduduk yang sangat menghawatirkan.
Beberapa dampak yang terjadi dalam pertambahan penduduk di Indonesia, khususnya untuk Ibu Kota Jakarta, antara lain :
1.      Kemacetan


2.      Minimnya lapangan pekerjaan


3.      Banyaknya angka pengangguran


4.      Harga sembako naik drastic

Untuk menanggulangi jumlah pertambahan penduduk di ibu kota, maka pemerintah DKI Jakarta yang dipimpin oleh Bapak Gubernur Jokowi Dodo dan wakilnya Bapak Basuki Tjahja Purnama dibantu dengan Lembaga Pemerintahan di DKI memberikan beberapa Solusi untuk mengtasi membludaknya penduduk di daerah Jakarta adalah :
1. Mencanangkan Program Keluarga Berencana untuk mengatasi mebludaknya penduduk di DKI Jakarta.
2. Menciptakan Lapangan Pekerjaan untuk mengurangi pengangguran dan mengatasi kemiskinan
3. Mengurangi Perpindahan penduduk dari Daerah ke DKI Jakarta
4. Menambah Jalur Alternatif seperti Busway untuk mencegah terjadinya kemacetan
5. Menerapkan usia kendaraan yang layak beroperasi khusunya bagi Angkutan Umum.
6. Menambah Jalur Khusus untuk Roda 2 dan Roda 4 agar kemacetan dapat dikurangi.

Semoga dengan beberapa solusi yang di tawarkan tersebut dapat terlaksana dengan baik jika Pemerintah DKI dan Masyarakatnya mau bekerja sama, agar terciptanya masyarakt yang lebih berkualitas dari sebelumnya.