Sabtu, 31 Mei 2014

Indonesia dan Angkanya


Indonesia merupakan salah satu Negara berkembang yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di dunia dan Indonesia berada di peringkat ke 4 setelah Negara amerika Serikat. Dari data sensus yang ada, bahwa Indonesia memiliki jumlah penduduk sekitar 253.609.643 jiwa. 


Ada istilah yang mengatakan bahwa “semakin banyak anak, semakin banyak pula rezekinya” akan tetapi apabila kita mengacu atau menyangkut pautkan istilah ini dengan kepadatan penduduk yang sekarang setelah di ulas kembali menurut saya mau diberi makan apa mereka (bayi-bayi yang baru dilahirkan) ? sedangkan setiap tahun hasil pangan di Indonesia menurun tentunya akan mempengaruhi bahan pokok semakin naik sedangkan penghasilan ‘kita’ tidak pernah naik. Apakah itu akan seimbang ? apakah kalian tidak kasihan dengan mereka ?


Selain itu, Berdasarkan data yang dirilis oleh Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA), utang Indonesia, per Mei 2013 sudah mencapai 2.036 triliun.  Jumlah itu bertambah Rp 186 triliun hanya dalam kurun waktu enam bulan. "Hasil LKPP (Laporan Keuangan pemerintah pusat) yang diterbitkan oleh BPK tahun 2012, di mana pada akhir Bulan Desember 2012, utang RI baru mencapai Rp 1.850 triliun,". Jumlah penduduk di Indonesia mencapai 250 juta jiwa, dengan jumlah utang luar negeri yang dimiliki Indonesia saat ini, tiap penduduk dan bayi yang baru dilahirkan ke bumi Indonesia secara otomatis langsung terbebani utang negara sebesar Rp 8.114.000. baru saja lahir ke dunia ini mereka sudah mempunyai beban, bagaimana dengan masa depannya?


Jumlah penduduk terbesar di dunia yang menempati peringkat pertama adalah Negara China dengan jumlah penduduk 1.355.692.576 jiwa. Untuk mengendalikan pertambahan penduduk Pemerintah cina menghimbau kepada warganya untuk mempunyai anak hanya 1 saja dan apabila ada yang mempunyai anak lebih dari satu maka itu adalah suatu pelanggaran dan akan terkena denda sebesar 14.3 Milyar Rupiah. Angka ini tidak sedikit ? ya, bagaimana lagi hanya itu caranya untuk mencegah membengkaknya pertumbuhan penduduk dan mendorong pertumbuhan ekonomi  di Negara Cina.


Lalu bagaimana dengan Indonesia ?

Di Indonesia pemerintah Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memberikan program kepada penduduknya untuk memiliki 2 anak saja, tidak seperti di Negara Cina. Apabila penduduk Indonesia tidak mengikuti program yang dianjurkan oleh pemerintah bagaimana nasib Indonesia kedepannya? Ada yang mengatakan apabila pulau ini penuh dengan gedung-gedung bertingkat, kendaraan-kendaraan yang tidak pernah berhenti, pemukiman yang semakin padat dan semakin banyaknya penduduk di tanah ini maka kedepannya “dikubur saja berdiri” karena sulit untuk menemui lahan kosong yang akan dijadikan tempat peristirahatan selamanya. 


Tapi di Indonesia sendiri program KB ini belum terlalu efektif dan masih banyak yang belum melakukan program yang dianjurkan oleh pemerintah, padahal menurut saya ini memang sangat penting untuk terhindarnya dari ledakan jumlah penduduk terutama di Pulau Jawa. Mari kita lihat berdasarkan data, pulau-pulau yang memiliki jumlah penduduk dari tertinggi sampai terendah di Indonesia.




Yang memiliki jumlah penduduk terbanyak adalah di pulau jawa, mengapa ? Hal ini menjadi masalah apabila pusat pemerintahan, informasi, trasportasi, ekonomi, dan berbagai fasilitas hanya berada di satu wilayah. Penduduk akan berusaha untuk melakukan migrasi dan akhirnya akan berdampak pada permasalahan pemerataan pembangunan. Karena hampir 50% penduduk Indonesia berada di Pulau Jawa.

oleh karena itu ada beberapa hal yang harus dilakukan demi terkendalinya pertumbuhan penduduk di Indonesia secara seimbang dan merata, diataranya :

1.      Program KB yang pemerintah canangkan seharusnya lebih tegas lagi, selain itu perlu adanya sosialisasi kepada remaja, calon ibu maupun ibu yang sudah menikah.



2.      Pendewasaan Usia Perkawinan


Sebelum program KB dilaksanakan, masyarakat harus mengetahui terlebih dahulu tentang program PUP. Karena dewasa ini di Indonesia pernikahan dini semakin banyak, padahal seharusnya pernikahan yang baik itu berada di usia 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki.

3.      Mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi.


4.      Meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan



Ini sangat penting sekali untuk memberikan informasi kepada masyarakat Indonesia agar mengetahui dan menyadari kepadatan penduduk yang ada di Indonesia.

5.      Penambahan dan penciptaan lapangan kerja


Lebih baiknya lagi pemerintah memperbanyak lapangan kerja, karena banyak sekali pengangguran di Indonesia dilihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) angka pengangguran hingga saat ini sebesar 7,39 juta orang dari total angkatan bekerja 118,19 juta orang. Sedangkan orang yang bekerja mencapai 110,80 juta orang.

Dengan adanya penambahan dan penciptaan lapangan kerja memungkin perekonomian dan pertumbuhan penduduk di Indonesia tumbuh seimbang.

            Hanya beberapa solusi saja yang bisa saya utarakan, tapi dengan terlaksanyanya dari beberapa solusi ini memungkinkan saja terjadi pemerataan dan pertumbuhan penduduk seimbang sesuai dengan visi BKKBN.






Senin, 26 Mei 2014

Apa yang kalian cari di Jakarta ?


Siapa yang tidak tahu dengan kota Jakarta ? ya, jakarta sebagai ibu kota Negara indonesia, kota metropolitan dikelilingi oleh gedung-gedung bertingkat yang mengundang hasrat untuk mengadu nasib di ibu kota.

Jakarta menjadi pusat segala peradaban yang terjadi di Indonesia. Masyarakat Indonesia memandang Jakarta sebagai tambang emas, karena semuanya ada di Jakarta. Oleh karena itu banyak para urban berbondong-bondong ke kota ini dengan tujuan dapat merubah kondisi perekonomian di desa.

Tapi apa yang terjadi ? apakah mereka semua yang jauh-jauh dari kampong halamannya pergi ke Jakarta mendapatkan apa yang mereka impi-impikan ? jawabannya adalah “Tidak Semua” apalagi untuk orang-orang yang tidak mempunyai keahlian dalam bidang tertentu. Mereka yang tidak mempunyai keahlian tertentu untuk masih bisa bertahan hidup di Jakarta hanya bisa mengandalkan ‘pekerjaan’ seadanya dengan cara menjadi seorang pedagang kali lima (PKL), pedagang asongan, buruh pabrik, tukang semir sepatu bahkan menjadi seorang pengemis, pemulung dan pengamen. Apakah semua itu yang mereka mau ? tentu saja tidak, mereka hanya berpikir apabila pergi ke Jakarta mereka akan hidup mewah, bisa menjadi artis dan merubah nasib mereka agar lebih baik lagi. Lalu dimana mereka tinggal? Mari kita lihat, dimana para urban ini tinggal
rumah di kolong jembatan
Apakah ini yang namanya merubah kondisi perekonomian dulu di desa ? tidak, bahkan menurut saya ini lebih buruk, mereka tinggal di tempat yang memang benar-benar tidak layak huni. Lalu mengapa mereka masih betah tinggal di Jakarta ? 

Setiap tahunnya penduduk kota Jakarta semakin bertambah banyak dengan adanya urbanisasi yang datang ke Jakarta, apalagi setelah lebaran atau libur panjang mereka (para urban) membawa sanak-sodara untuk tinggal bersama mereka di Jakarta. Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta 2010 mengatakan bahwa jumlah penduduk Jakarta bertambah sebanyak 134.234 jiwa per tahun. Padahal dari data yang ada Menurut hasil sensus nasional terakhir, ibu kota dihuni oleh hampir 9,6 juta orang melebihi proyeksi penduduk sebesar 9,2 juta untuk tahun 2025. Populasi kota ini adalah 4 persen dari total penduduk negara, 237.600.000 orang.



Dengan angka-angka ini, kita dapat melihat bahwa populasi kota telah tumbuh 4,4 persen selama 10 tahun terakhir, naik dari 8,3 juta pada tahun 2000. Apa yang dikatakan angka-angka ini? Ibukota telah kelebihan penduduk.Pada tingkat ini, Jakarta memiliki kepadatan penduduk 14.476 orang per kilometer persegi.

Dengan adanya pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat, ini sangat mempengaruhi keadaan social dan yang paling penting adalah keadaan ekonomi. Sebagai akibatnya, para pembuat kebijakan kota perlu merevisi banyak target pembangunan kota ini, termasuk penciptaan lapangan kerja, ketahanan pangan, perumahan, kesehatan dan infrastruktur, sebagai peredam masalah pada saat kota sudah mengalami kepadatan penduduk yang sangat menghawatirkan.
Beberapa dampak yang terjadi dalam pertambahan penduduk di Indonesia, khususnya untuk Ibu Kota Jakarta, antara lain :
1.      Kemacetan


2.      Minimnya lapangan pekerjaan


3.      Banyaknya angka pengangguran


4.      Harga sembako naik drastic

Untuk menanggulangi jumlah pertambahan penduduk di ibu kota, maka pemerintah DKI Jakarta yang dipimpin oleh Bapak Gubernur Jokowi Dodo dan wakilnya Bapak Basuki Tjahja Purnama dibantu dengan Lembaga Pemerintahan di DKI memberikan beberapa Solusi untuk mengtasi membludaknya penduduk di daerah Jakarta adalah :
1. Mencanangkan Program Keluarga Berencana untuk mengatasi mebludaknya penduduk di DKI Jakarta.
2. Menciptakan Lapangan Pekerjaan untuk mengurangi pengangguran dan mengatasi kemiskinan
3. Mengurangi Perpindahan penduduk dari Daerah ke DKI Jakarta
4. Menambah Jalur Alternatif seperti Busway untuk mencegah terjadinya kemacetan
5. Menerapkan usia kendaraan yang layak beroperasi khusunya bagi Angkutan Umum.
6. Menambah Jalur Khusus untuk Roda 2 dan Roda 4 agar kemacetan dapat dikurangi.

Semoga dengan beberapa solusi yang di tawarkan tersebut dapat terlaksana dengan baik jika Pemerintah DKI dan Masyarakatnya mau bekerja sama, agar terciptanya masyarakt yang lebih berkualitas dari sebelumnya.

Find Me

email : dwiwahyuniapriyanti@gmail.com



https://twitter.com/dwiewiw
id : dwiewiw
dwiewiw

Ini DWI

Apakah anda mengenali saya ? belum kan, ayo kenalan dulu cekidot

Nama : Dwi Wahyuni Apriyanti

TTL : Sumedang,22 april 1995
Zodiak : Taurus
Interested In: cowo ilegal 'elegan'
Hobi: Nyanyi
Cita-Cita: profesi yang berguna bagi nusa dan bangsa *cieee
Tinggi/BB: sensor
Motto: Berpikir sebelum bertindak, think again !

Education

SDN Cisempur
SMP plus Al-aqsha
SMAN 1 Rancaekek
UPI UIN SGD BANDUNG 2012

Prestasi

Juara 1 lomba Tajwid TPA Baiturahman
Juara Lomba Puisi
Juara 3 Lomba cerdas cermat se-SD *tingkat kelas*
Juara 2 Lomba Blog seSMAN 1 Rancaekek
Juara 1 Lomba Blog


Tipe Kepribadian anda: Penghibur

Kepribadian anda:
Orang lain melihat anda sebagai seorang yang segar, hidup, mempesona, lucu, praktis dan selalu menarik; seseorang yang secara konstan dalam pusat perhatian, tapi cukup seimbang tidak menjadikannya besar kepala. mereka juga melihat anda seorang yang baik, penuh perhatian, dan mengerti; seseorang yang akan selalu menghibur dan membantu mereka.


sebenernya info diatas ada beberapa yang harus kalian abaikan, tapi yaudah sih gak penting


"SIMPLE" it's ME